OM SWASTYASTU

Jumat, 09 September 2011

ISTRIKU PASANG PACEMAKER/PACU JANTUNG

ISTRI DIPASANG ALAT PACU JANTUNG
(ditulis oleh suami tercinta)
Sejak masih remaja Hartati Darmantari ( bu Nyoman Sudana ) sudah merasakan adanya gejala-gejala kurang sehat, sering berkeringat dingin yang biasanya akan mengarah kepingsan (bahasa Jawa : geliyengan), apalagi bila mengikuti upacara disekolah atau berpanas-panas diterik matahari. Sehingga dia selalu menjadi langganan penerima dispensasi untuk tidak mengikuti kegiatan-kegiatan sekolah dilapangan terbuka yang memberatkan atau kena panas matahari langsung. Pada waktu itu belum diketahui dia sedang menderita penyakit apa, mungkin diperkirakan hanya kurang tenaga saja, apalagi saat itu dia relatif agak kurus. Pada saat nikah ditahun 1973 beratnya hanya 39 kg saja. 
Setelah berkeluarga dan berat badannya sudah seimbang dengan tingginya, ternyata masih juga sering merasakan pusing-pusing, cepat lelah dan kadang-kadang merasa akan pingsan (istilah bahasa Jawanya terasa sliut-sliut didalam kepala). Itu sepertinya darah tidak lancar mengalir didalam otaknya. Dengan kondisi seperti itu bu Nyoman Sudana akhirnya selama bertahun-tahun menjadi langganan dari dokter spesialis penyakit dalam dan ahli alergi yaitu Prof DR dr PG Konthen, SpD. Dan selanjutnya setelah terindikasi bahwa penyakitnya adalah kelainan jantung maka kemudian beralih ke dokter spesialis jantung Prof dr Djoko Soemantri, SpJP, selama lebih kurang 4 (empat) tahun.
Pada sekitar Oktober 2007 pada saat bu Nyoman sedang menghadiri upacara Nyekah (lanjutan dari upacara Ngaben, termasuk nanda Fina / keponakan) di Bali, dia mendadak lunglai jatuh pingsan tidak sadarkan diri, bahkan pada saat pingsan dia mendengkur dan  ngompol …. Banyak orang memperkirakan keadaannya sudah kritis, padahal sebelumnya tidak ada keluhan-keluhan sakit atau tidak enak badan seperti biasanya. Bersyukur atas bantuan mbok Esti yang telah melakukan tindakan darurat di Kliniknya, akhirnya bu Nyoman siuman kembali dan langsung dibawa ke RSU Sanglah di Denpasar. Dia selanjutnya harus dilakukan perawatan inap selama lebih kurang lima hari disana.  Pada waktu itu diperkirakan  kemungkinan ada masalah didalam otaknya sehingga juga harus dilakukan perekaman otaknya disana. Perawatan selanjutnya dilakukan di Surabaya, kembali dilakukan oleh dr Djoko, karena beliau yang sudah mengetahui sejarah penyakitnya.
Sebelum kejadian di Bali tersebut, yaitu pada akhir September 2005 bu Nyoman juga pernah dirawat inap beberapa hari di Rumah Sakit Surabaya Internasional (Ramsay Health Care) di jalan Nginden Intan Surabaya karena pusing yang luarbiasa dan tekanan darah yang sangat tinggi, dibawah perawatan Dr Liliek Murtiningsih, Sp.JP. Karena keluhan tersebut maka dilakukan  CT Scan terhadap kepala, akan tetapi pada saat itu tidak ditemukan hal-hal yang serius kecuali terlihat adanya  sinusitis maxilaris dibagian kiri.
Keadaan sehari-hari bu Nyoman sebetulnya dalam keadaan normal, dia masih bisa melakukan kegiatan seperti biasanya. Bahkan rajin berolahraga dengan treadmill dirumah atau jalan kaki setiap pagi. Tapi pada saat-saat tertentu, serangan penyakit seperti pusing-pusing, merasa akan pingsan / sliut-sliut, datang dengan tiba-tiba baik pada saat tiduran, saat menyetir mobil dijalan atau saat sedang ngobrol…., dan intensitasnya bertambah sering terjadi.
Setelah dirasakan tidak ada perkembangan yang makin baik maka atas saran seorang teman, pada awal tahun 2010 maka dicobalah second opinion ke Dr.Hendry S.Kawilarang, SpJP. Sistem pemeriksaan yang dilakukan oleh Dr Hendry dirasakan lebih mendetail dan selalu melakukan diagnose-diagnosa dengan berdasarkan hasil laboratorium. Pada prinsipnya selalu ditemukan adanya ritme jantung abnormal (aritmia) dan tentu keluhan-keluhan yang makin sering terjadinya seperti  rasa kelelahan, pusing kepala dan mengarah kepingsan. Karena belum ditemukan secara pasti penyakit jantung apa yang diderita jika dilakukan pemeriksaan Elektrokardiogram (EKG) yang standar, maka pada tanggal 23 Maret 2010 Dr.Hendry minta dilakukan rekaman jantung dengan Holter Monitoring di Gleneagles Diagnostic Centre di Jalan Taman Ade Irma Suryani 5 Surabaya. Holter monitor adalah suatu jenis monitor jantung portabel kecil Elektrokardiogram (EKG). Perangkat ini harus dipakai dalam kantong yang diikat dipinggang sipasien. Alat ini menyimpan catatan dari irama jantung, selama periode 24-jam, sementara pasien diminta membuat catatan dalam buku catatan, menulis kegiatannya dan gejala yang mungkin dirasakan setiap saat terjadinya suatu gejala khusus. Rekaman EKG ini kemudian akan berkorelasi dengan catatan tersebut seperti kapan terjadinya gejala pusing, mau pingsan atau sliut-sliut yang dialami pasien. Monitor Holter sangat berguna untuk mengidentifikasi gangguan yang sporadis / tidak menentu dan yang tidak mudah diidentifikasi dengan tes elektrokardiogram biasa dalam sesaat. Pemantauan rawat jalan (Holter monitoring dan perekam acara) dilakukan untuk tujuan pemantauan rawat jalan adalah untuk mencari bukti terjadinya masalah dalam jantung sipasien, masalah yang datang dan pergi, dan yang tidak jelas ketika EKG standar yang dilakukan. Pemantauan rawat jalan sangat bermanfaat dalam mendiagnosis aritmia jantung sementara, dan iskemia jantung sementara.
Hasilnya ternyata memberikan gambaran yang sangat akurat tentang irama jantung yang terjadi selama 24 jam tersebut. Dr. Thersia Muktiwidjojo, SpJP, dokter dari  Gleneagles Diagnostic Centre menyimpulkan bahwa bu Nyoman sedang menderita Sick Sinus Syndroma dengan minimum Heart Rate 27 BPM (beats per minute)  terjadi pada jam 1 malam, dan maksimum Heart Rate 142 BPM terjadi pada jam 5.42 pagi. Itu artinya dia menderita ritme jantung abnormal (aritmia), yaitu  bradikardia atau denyut jantung lambat dan takikardia atau denyut jantung yang cepat. Terbaca dalam hasil Holter Monitoring, bradikardia sering terjadi selama 24 jam itu. Keadaan bradikardia selam 2,5 detik itu sudah menuju pingsan atau terasa sliut-sliut. Pada tengah malam bahkan terjadi selama 9,2 detik…..itu betul-betul dalam keadaan pingsan pada saat dia tidur. Kalau grafik bradikardia mendatar yang menerus lebih dari itu… mungkin keluarga akan menemukan dia sudah tidak bernafas pada pagi harinya …. Seperti kta ketahui bahwa pada orang dewasa yang sehat, saat sedang istirahat maka denyut jantung yang normal adalah sekitar 60-100 denyut per menit (BPM).
Sick sinus syndrome adalah suatu sindrom relatif jarang terjadi.  Hal ini dapat mengakibatkan banyak ritme jantung abnormal (aritmia). Irama yang abnormal sering juga disebabkan atau diperburuk oleh obat-obatan penyakit lain yang diminum secara terus menerus. Sindrom sick sinus lebih umum pada orang dewasa tua, di mana penyebabnya adalah sering non-spesifik / tidak diketahui persisnya. Penyakit jantung koroner, tekanan darah tinggi, dan penyakit katup aorta dan mitral dapat berhubungan dengan Sindrom sick sinus, meskipun hubungan ini mungkin hanya insidental.  Meskipun banyak jenis sindrom sick sinus tidak menghasilkan gejala, pasien mungkin selalu dengan gejala seperti: Nyeri dada, Sesak napas, Kelelahan, Sakit kepala, Mual dan Pingsan. Untuk menjamin denyut jantungnya berfungsi normal maka harus dipasang alat pacu jantung selain harus terus meminum obat agar denyut jantung tidak terlalu cepat.
Begitu Dr.Hendry melihat hasil Holter Monitoring, dia merekomendasi agar bu Nyoman segera masuk ICU, dan berkonsultasi dengan Dr. Iswanto Pratanu, SpJP(K), seorang dokter ahli jantung yang terkenal di Surabaya yang ahli melakukan operasi-operasi jantung termasuk untuk memasang alat pacu jantung. Setelah berkonsultasi dengan dokter Iswanto, beliau memutuskan akan segera memasang alat pacu jantung tetapi harus menunggu selama 3 (tiga) hari, guna  menetralisir obat pengencer darah yang diberikan oleh dokter Hendri sebelumnya. Kemudian Dr. Iswanto memberikan obat baru untuk mengatasi  bradikardia atau denyut jantung lambat, sehingga  bu Nyoman tidak perlu dirawat di ICU, tapi cukup istirahat dirumah saja.
Akhirnya pada tanggal 29 Maret 2010, bu Nyoman Sudana di implantasi / dipasang alat pacu jantung (pacemaker) pada dada sebelah kiri oleh Dr. Iswanto Pratanu, SpJP(K) di Rumah Sakit Husada Utama. Rumah Sakit Husada Utama kebetulan bisa mengakomodir Askes yang dimiliki oleh Nyoman Sudana, sehingga biaya dapat dihemat sekitar 50 %.  Dengan alat pacu jantung itu maka jantung akan berdenyut normal sesuai yang diinginkan (diatur oleh dokter) pada saat terjadi denyut di bawah 60 bpm (bradikardia). Pada saat jantung bekerja normal atau lebih cepat maka alat pacu jantung secara otomatis akan berhenti bekerja. Untuk mengendalikan denyut jantung jangan sampai di atas 100 bpm (takikardia) maka diperlukan obat secara terus menerus yang harus diminum oleh bu Nyoman sampai seterusnya..
Dengan dipasangnya alat pacu jantung didada bu Nyoman, mudah-mudahan telah menjamin tugas jantung kembali bekerja normal.  Sampai saat ini bu Nyoman tidak lagi terganggu dengan gejala-gejala yang sebelumnya dirasakan. Bersyukur sekali bahwa masalahnya sudah dapat diatasi, dan mudah-mudahan kesehatannya akan terus stabil dan baik.  Seperti kita ketahui tugas jantung adalah memompa darah ke seluruh organ tubuh dan menampungnya kembali setelah dibersihkan di paru-paru. Kemampuan otot jantung melaksanakan tugas tersebut per lahan-lahan akan menurun sesuai bertambahnya usia. Penurunan kemampuan ini akan makin terasa apabila ada keadaan lain yang ikut  mempengaruhi fungsi otot jantung tersebut. Untuk itulah diperlukan  alat pacu jantung permanen dalam tubuh pasien. Alat pacu jantung itu, berupa generator yang bisa memberikan aliran listrik secara periodik untuk memacu denyut jantung. Berbeda dengan alat pacu jantung temporary, yang generatornya berada di luar tubuh. Pacu jantung permanen generatornya ditanam di dalam tubuh yang dipasang elektroda, semacam kabel untuk menghubungkannya dengan jantung. Dia akan merangsang jantung untuk berdenyut dengan frekuensi sesuai kebutuhan tubuh. Alat ini generatornya menggunakan batere khusus yang tahan 6 (enam) hingga 7 (tujuh) tahun, yang harganya antara yang paling murah sekitar Rp 15 juta sampai yang mahal sekitar Rp 45 juta. Sehingga setiap 6 – 7 tahun harus dioperasi lagi sekedar ganti batere……
Belajar dari pengalaman hidup bu Nyoman Sudana maka ada baiknya kita juga memahami sedikit mengenai fungsi jantung tersebut. Jantung adalah organ vital dan merupakan pertahanan terakhir untuk hidup selain otak. Denyut yang ada di jantung ini tidak bisa dikendalikan oleh manusia. Berapa sebenarnya jumlah rata-rata denyut jantung yang normal? Denyut jantung biasanya mengacu pada jumlah waktu yang dibutuhkan oleh detak jantung per satuan waktu, secara umum direpresentasikan sebagai BPM (beats per minute). Denyut jantung yang optimal untuk setiap individu berbeda-beda tergantung pada kapan waktu mengukur detak jantung tersebut (saat istirahat atau setelah berolahraga). Variasi dalam detak jantung sesuai dengan jumlah oksigen yang diperlukan oleh tubuh saat itu. Detak jantung atau juga dikenal dengan denyut nadi adalah tanda penting dalam bidang medis yang bermanfaat untuk mengevaluasi dengan cepat kesehatan atau mengetahui kebugaran seseorang secara umum. Pada orang dewasa yang sehat, saat sedang istirahat maka denyut jantung yang normal adalah sekitar 60-100 denyut per menit (BPM). Jika didapatkan denyut jantung yang lebih rendah saat sedang istirahat, pada umumnya menunjukkan fungsi jantung yang lebih efisien dan lebih baik kebugaran kardiovaskularnya. Ada banyak faktor yang dapat mempengaruhi jumlah denyut jantung seseorang, yaitu aktivitas fisik atau tingkat kebugaran seseorang, suhu udara disekitar, posisi tubuh (berbaring atau berdiri), tingkat emosi, ukuran tubuh serta obat yang sedang dikonsumsi. Setiap orang bisa mengukur denyut jantungnya sendiri tanpa perlu menggunakan stetoskop.
Meskipun jumlah denyut bervariasi, tapi denyut yang terlalu tinggi atau rendah dapat menunjukkan adanya masalah yang mendasar. Konsultasikan ke dokter jika denyut Anda secara konsisten di atas 100 bpm (takikardia) atau di bawah 60 bpm (bradikardia), terutama jika disertai gejala lain seperti pusing, sesak napas atau sering pingsan.
Kita semua tentu maklum jantung adalah organ yang sangat penting dalam tubuh kita, yakni untuk memompa darah agar beredar ke seluruh tubuh. Tapi ternyata jantung bukan cuma mengempis menggelembung untuk memompa. Jantung juga berhubungan dengan elektrokimia, yakni bagaimana sinyal kimia berubah menjadi sinyal listrik.  Jantung merupakan organ yang sangat efisien dan tangguh. Rata-rata pada orang dewasa normal setiap menit jantung memompa 5 liter darah, dan kalau sedang olahraga dapat meningkat menjadi 25 liter per menit. Katup jantung harus membuka dan menutup 70 sampai 80 kali per menit. Untuk 20 tahun saja, frekuensi ini sama dengan 750 juta menutup-membuka. Alat pompa ini bekerja tanpa kenal lelah sepanjang usia hidup manusia, bahkan tanpa perawatan rutin atau turun mesin. Untuk menjaga agar bekerjanya prima, kita biasanya dianjurkan dokter mengonsumsi makanan sehat yang seimbang dan olahraga teratur.

12 komentar:

  1. info kesehatan yg sangat berharga bagi saya

    BalasHapus
  2. Terima kasih sudah menulis pengalaman asli. Sudah 4 bulan saya merasakan ada yg aneh dg jantung dan beberapa kali periksa ke dokter umum,jantung,psikiater tapi belum sembuh. Mengingat biaya yg mahal apalagi saya orang biasa dan tidak punya askes sama sekali. Mohon info apakah ada yg lebih mudah atau murah? Biaya holter berapa dan perlu berapa hari? Trima kasih. Email saya : yoyokcoaster@gmail.com

    BalasHapus
  3. Thanks atas sering infonya.. semoga bermanfaat bagi kita semua. Kebetulan ibu saya baru pasang permanen pacemaker.

    BalasHapus
  4. pasangnya dimana ya mas dan saat ini biayanya brp?

    BalasHapus
  5. sebenernya pasang di rumah sakit mana saja sudah bisa, asalkan punya alatnya. lalu untuk membuat nyaman para pengguna alat pacu jantung ini, sekarang sudah tersedia alat pacu jantung kecil loh.

    BalasHapus
  6. Ini orang tua saya baru pasang alat pacu jantung / pacemaker nya., di RSPAD Gatot Subroto. Biaya nya 100% di tanggung BPJS

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bagaimana prosedurnya? Mamah sy disarankan untuk pemasangan alat pompa jantung di RS Jakarta, saat ini sedang berobat di BDG. Mohon infonya trims.

      Hapus
  7. Astungkara buNyoman Sudana sekarang sehat walafiat. Ke depan semoga selalu menjadi inspirasi atas pengalaman kesehatan buNyoman.

    BalasHapus
  8. Semoga sehat terus bu nyoman,Insya Allah hari rabu/kamis dpn bapak mertua saya juga akan operasi pemasangan alat pacu jantung mohon doanya semoga lancar dan sehat seperti sediakala, Aamiin

    BalasHapus
  9. Saya pakai alat pacu jantung sejqk 2007 dan sekarang mesti di ganti battery nya. Dulu dijamin 100% sama kantor lama. Dikantor sekarang yg baru pakai bpjs, ada yg tahu kalau penggantian battery dicover bpjs atau tidak?

    BalasHapus
  10. Ibu sya 3 bln lalupasang pacemaker krn denyutnya sgt lemah. Timbul masalah lain pasca pemasangan pacemaker yaitu tubuh menjadi lemas, hampir setiap pagi badan ibu sya lemas. Sdh periksa ke 2 dokter jantung, mrk blg itu bukan efek pacemaker, sya bawa ke specialis penyakit dalam, juga mengatakan kondisi ibu sya normal, kecuali kadar kolesterol yg naik. Namun sdh minum obat kolesterol, kondisi ibu sya msh sering lemas. Ada yg tau, sakit apa yg dialami ibu saya ? Dan bgm solusi mengatasinya ? Tks

    BalasHapus
  11. Review of Online Casino Site – Top Wins of €100 | Lucky Club
    The best online casino sites offer the latest progressive jackpots on slots, table games, video poker, luckyclub.live blackjack, solitaire,

    BalasHapus